KemenpanRB sosialisasi PP tentang penilaian Kinerja PNS

“Sekarang dalam penilaian perilaku kerja dilakukan 360 derajat, jadi yang menilai adalah atasan, rekan kiri kanan, dan bawahan yang terkait proses kerja, mereka secara objektif diminta menilai,” ujar Setiawan.

Menurut Setiawan, dulu rekan kiri kanan dan bawahan tidak menilai, “ Artinya dulu cuma baik ke atas sudah selesai,” katanya. Penilaian 360 derajat ini mendorong PNS bekerja maksimal, tak hanya pada atasan, namun pada rekan sejawat dan bawahan.

Kebijakan penilaian kinerja yang baru juga menerapkan sistem kuota penilaian dari atasan. Penilaian kinerja akan dibagi menjadi tiga tingkat, yakni kinerja sangat baik (20 persen), baik (60 persen), kurang baik (20 persen). “Jadi misal kita punya 10 pekerja, yang sangat baik dipilih dua saja, yang baik enam orang, dan kurang baik dua orang, dipilih dan dibanding-bandingkan,” ujar Setiawan.

Seluruh penilaian kinerja akan diinput dalam suatu sistem informasi bernama Sistem Talenta Nasional. Penilaian akan dilakukan setiap satu tahun sekali. Setiawan menyebut akan ada sanksi untuk PNS yang kinerjanya buruk.

“Kalau sanksi itu ada, seseorang yang tidak mencapai kinerjanya diberikan remedial kurang lebih dalam 6 bulan dilihat. Kalau 6 bulan juga belum mencapai kinerja siap-siap sanksi disiplin, pastinya akan berpengaruh ke tunjangan kerja,” kata Setiawan.

Model kebijakan baru ini akan mulai diterapkan ke kementerian/lembaga secara bertahap. Untuk tahap awal, akan ada 7 kementerian/lembaga di pusat serta 10 di daerah. Namun, ia tidak merinci kementerian/lembaga yang akan menjalani penilaian ini.

https://elshinta.com/news/190237/2019/10/16/kemenpanrb-sosialisasi-pp-tentang-penilaian-kinerja-pns

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *